Universitas Indonesia (UI) mengukuhkan 2 Guru Besar Tetap Fakultas Teknik (FTUI), yaitu Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa Mulyana Kartadinata, M.K., MT dan Prof. Dr. Ir. Budiarso, M.Eng. Upacara pengukuhan dipimpin Rektor UI, Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri. Hadir mendampingi Rektor, Dekan FTUI, Prof. Dr. Ir. Bambang Sugiarto M.Eng, Ketua Senat Akademik Universitas (SAU) Prof. Dr. Ir. Mohammad Nasikin, M.Eng, Sekretaris Dewan Guru Besar (DGB UI), serta para Guru Besar pada Rabu pagi (20/05) bertempat di Balai Sidang UI, kampus UI Depok. Pada kesempatan tersebut juga hadir Ketua Majelis Wali Amanat (MWA UI) dr. Purnomo Prawiro beserta istri, Perwakilan dari Universitas Tokyo Metropolitan Jepang, mantan Anggota MWA UI Ir. Achmad Kalla, 2 Guru Besar tamu dari Universitas Katolik Parahiyangan, para staf pengajar, serta sivitas akademika FTUI.
Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa Mulyana Kartadinata, M.K., MT, kelahiran Bandung, 7 Mei 1961 adalah alumni Jurusan Teknik Elektro FTUI (1987). Ia berhasil memperoleh gelar Master pada Departemen Teknik Elektro Universitas Indonesia (1998). Gelar Doktor dari UI berhasil ia raih pada tahun 2003. Saat ini menjabat sebagai Direktur Pengkajian Energi (PE) dan Pusat Penelitian Sains dan Teknologi (PPST) Universitas Indonesia sejak tahun 2008. Selain itu ia juga Anggota Tim Penata Lingkungan Kampus (TPLK) Universitas Indonesia sejak tahun 2007. Sebagai sumbangsihnya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia, ia menyampaikan hasil karyanya yang berjudul “Peran Riset Teknik Tegangan Tinggi Dalam Mendukung Industri Ketenagalistrikan di Indonesia” pada pidato pengukuhan sebagai Guru Besar tetap FTUI.
Riset gejala tegangan tinggi sangat penting terkait pengembangan dan pengaplikasiannya pada banyak sektor kehidupan, khususnya bidang industri dan ketenagalistrikan. Dalam dunia industri gejala tegangan tinggi dapat digunakan untuk pembuatan ozonator yang berguna sebagai filter air,electrostatic precipitator skala kecil sebagai filter udara, bahkan kendaraan bermotorpun dalam rangka membangkitkan pembakaran di dalam ruang piston memerlukan tegangan tinggi mencapai 80.000 volt untuk mobil balap. Khusus dalam pengembangan kelistrikan nasional, tegangan tinggi teraplikasi dalam Saluran Tegangan Tinggi (SUT) dan Saluran Ekstra Tinggi (SUTET). Selain itu ia juga menyampaikan beberapa fenomena yang berpengaruh pada sistem kelistrikan tersebut maupun terhadap lingkungan luar seperti adanya gejala korona yang mengakibatkan radiointerferense, audible noise, dan rugi-rugi daya pada saluran.
Sedangkan Prof. Dr. Ir. Budiarso, M.Eng, kelahiran Yogyakarta, 1 Desember 2008 adalah alumni Jurusan Teknik Mesin FTUI
pada 1977. Ia berhasil meraih gelarMaster of Engineering pada Departemen Teknik Mesin National University of Singapore. Gelar Doctor of Engineering pada Departemen Teknik Mesin FTUI dan Department of Mechanical Engineering Tokyo Metropolitan University Jepang berhasil ia raih pada tahun 2005. Saat ini beliau menjabat sebagai Wakil Direktur DRPM (Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat) UI sejak tahun 2008 dan staf pengajar tetap FTUI sejak tahun 1979 sampai sekarang. Pada kesempatan tersebut ia menyampaikan pidato dengan judul “Arah Riset Mesin-Mesin Turbo Aliran Fluida Tak Mampu Mampat di Masa Mendatang”.
Ia memaparkan banyak aktivitas keteknikan memerlukan aliran fluida tak mampu mampat (incompressible flow) melalui saluran skala mikro dan makro, seperti pada bidang media, bioteknologi, peralatan diagnostik, elektronik dua semikonduktor, cat dan tinta, farmasi dan manufaktur kosmetik, serta instrumen laboratorium klinis dan analisis. Pompa mikro piringan gesek mempunyai prospek yang baik untuk memenuhi keperluan sirkulasi fluida pada saluran berskala mikro karena memiliki beberapa keunggulan yaitu pompa mikro piringan gesek dengan alur halus pada konstruksinya yang sederhana, tingkat efisien yang tinggi, kestabilan, dan biaya pembuatan yang rendah. Lebih lanjut ia menyampaikan pompa mikro kategori mekanik jenis rotari (disk friction micro pump) masih mempunyai beberapa hal yang perlu disempurnakan seperti pada daya gerak dan ukurannya yang relatif cukup besar. (lsa)



